Kepemimpinan
Menarik mata kuliah etika dan hukum profesi minggu ini, sesi yang diangkat adalah masalah etika kepemimpinan. Menurut materi yang gw dapat, ada beberapa
gaya kepemimpinan yaitu: Otoriter, Demokratis, Paternalistik, Bebas, Telling, Selling, Participating dan Delegating.
Menurut gw seseorang pasti mempunyai alasan untuk menggunakan cara / gaya kepemimpinannya masing2 untuk mendapatkan tujuan yang diinginkannya Sebagai contoh: Pemimpin yang bodoh dan tidak mempunyai capable/kemampuan serta tidak percaya diri, dia akan lebih memilih menggunakan gaya kepemimpinan Telling atau Delegating dengan alasan semua pekerjaan yang seharusnya dia handle dengan mudahnya menugaskan / menyuruh staff atau bawahannya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pemimpin tipe ini biasanya mempunyai sifat plinplan dan cenderung tidak dapat memutuskan sebuah permasalahan.
Lalu apa yang akan dilakukan oleh Pemimpin yang percaya diri dan menganggap dia hebat / pintar? Dia kan memilih gaya kepemimpinan yang otoriter karena dia menganggap hanya dialah yang mampu dan dapat menghandle semua pekerjaan tanpa kecuali, sehingga dia akan membuat keputusan sendiri tanpa mendengar pendapat dari staff atau bawahannya, apa yang dia ucapkan harus dituruti oleh bawahanya. Pemimpin yang seperti ini biasanya mempunyai sifat machiavelist atau menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan yang menguntungkan dirinya.
Lalu gaya dan sifat kepemimpinan apa yang terbaik?
Menurut gw semua gaya kepemimpinan mempunyai kebaikan dan keburukan masing2 sehingga tidak dapat kita menyatakan suatu gaya kepemimpinan baik atau buruk yang ada hanya tepat atau tidak diterapkan. Adapun gaya kepemimpinan dinyatakan tepat bila pemimpina mampu mencapai tujuannya dengan melibatkan semua staff atau bawahannya berpartisipasi, membina kekompakan tim serta mampu membantu mencapai impian bawahannya.