Bingung
Ingin ku raih sang rembulan Tapi kerlip bintang menggoda diriku aku bingung
Seperti melangkah tapi tak ada tujuan
Seperti tidur tapi tak ada mimpi
Hambar….Semua terasa hambar
Seperti kisah cinta kita berdua
Ingin berlari tapi takut tersandung
Ingin melompat tapi takut jatuh
Seperti hatiku yang ragu pada dirimu
Haruskah semua ini dipertahankan?
Haruskah semua ini diteruskan?
Bila kita berdua tak punya tujuan
Jakarta, 21 november 2006
Perkuliahan Administrasi Kesehatan Masyarakat minggu ini sempat heboh, pasalnya tugas yang dikumpulkan oleh sebagian teman merupakan hasil contekan yang sama persis.
Gak tau, pendek banget pikiran mereka yang melakuka hal tersebut. Coba kalo mereka mau berfikir dan berusaha dikit, walaupun dapet contekan mereka bisa mengubah sedikit kata-kata atau isi dari tugas tersebut, sehingga gak ketahuan. Mencontek memang merupakan hal yag gak terpuji, tapi kalau memang kepepet yah nyonteknya pake otak dong, kan kasihan teman yang dicontek sama-sama kena black list, karna dosen gak mau tau siapa yang memberi contek dan siapa yang mencontek maka tugasnya sama-sama tidak dinilai.
Bimbang……. Itulah sekarang yang sedang gw rasain. Semua yang berhubungan dengan cinta selalu gw jalanin dengan kebimbangan. Beberapa bulan yang lalu gw memantapkan hati untuk masuk ke jenjang pernikahan, tapi sayang niat gw gak mendapatkan sambutan seperti yang gw inginin. Pada hal untuk mutusin dan memantapkan hati untuk itu udah merupakan perjuangan yang berat bagi gw, karna gw masih takut untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Akibatnya gw berusaha meyakinkan bahwa dia bukan jodoh gw dan berusaha melupakannya. Komunikasi gak lagi gw lakuin kecuali dia yang mulai duluan, dan gw pun berusaha mencari yang lain. Tapi sekarang keadaan berubah, keinginan gw yang dulu udah terbuka dan mendapat respon dari dia. Hal ini yang makin membuat gw bingung, karna gw kembali takut dengan yang namanya pernikahan.
Gw sendiri gak tau kanapa hal ini terjadi, dan apa yang menjadi penyebabnya. Mungkin gw perlu seorang psikiater untuk menghilangkan ketakutan ini.
Selisih paham merupakan hal yang biasa, banyak hal atau beberapa hal yang menurut kita benar kadang dianggap salah oleh orang lain dan sebaliknya. Kita semua pasti pernah berselisih paham baik dengan teman, saudara bahkan kadang dengan orang tua sendiri.
Semenjak tinggal di
Jakarta lagi, gw lebih emosional dan mudah mengutarakan apa yang menurut gw gak benar. Mungkin karena Jakarta yang panas, sumpek dan setiap hari gw harus menghirup polusi di jalan sehingga tempramen gw meningkat.
Minggu ini giliran abang gw yang kena maki, sebabnya gw gak suka dengan sikap dia dan istrinya. Sebetulnya permasalahannya cuma sepele, tapi karma saat itu gw lagi bete banget maka habislah mereka gw maki dengan kasar. Dan lebih parahnya, mereka gw maki didepan Nyokap dan Bokap gw.
Bokap sendiri gak komentar dengan sikap gw, tapi nyokap sedikit menasehati agar gak terlalu keras. Kakak gw yang lain ketika dengar hal itu ternyata ngedukung dengan sikap gw, menurut dia memang harus ada yang berani marah2 atau sedikit memaki ke abang gw.
Sekarang abang gw mogok bicara ke gw, mungkin masih kesel karna dimaki adiknya. Dan diapun selalu menghindar (mungkin takut dimaki lagi. He…..). Emang gw pikirin..!! yang penting gw dah puas ngungapin kekesalan gw, dan biarin dia berfikir untuk mengkoreksi dirinya. Gw sendiri udah gak masalah, tapi karma minggu ini gw sibuk banget karma tugas dan ujian tengah semester, jadi gw gak peduli dengan hal-hal yang gak menarik menurut gw.
Tagihan HP bulan ini ngebengkak hingga mencapai Rp. 630.000,- terpaksa gw nunda ngebayar dan akibatnya gw harus rela terkena blokir gak bisa melakukan panggilan ke luar. Yah itung-itung untuk menekan pemakaian bulan depan sehingga pengeluara duit bisa lebih terkontrol dari hal-hal yang tidak terlalu penting. Emang komunikasi sangat kita perluin, tapi yang biasanya dengan menelpon, mungkin bisa diganti dengan sms yang lebih irit.
Semenjak terkena blokir hp selalu gw taruh di tas sehingga bila ada panggilan atau sms masuk lebih banyak gak dengar, makanya banyak teman-teman yang nelpon rada bete karna gak diangkat. Mungkin yang paling kesel adalah teman-teman kantor yang hampir tiap hari nelpon gw, tapi gak pernah gw angkat He…..he……
Sebetulnya gw emang lagi menghindari telpon dari kantor, karna gw terlanjur kesal dengan Boss yang ucapannya gak bisa dipegang, mementingkan dirinya sendiri, dan pelit..!!! Gw udah sakit hati dengan perlakuannya terutama masalah pembagian dan THR kemarin.
Sebetulnya gw ga tega untuk nyuekin telp dari teman-teman kantor yang biasanya nanyain proses pencairan di KPPN, tapi mengingat sikap boss yang gak pernah menghargai kita dan hanya mementingkan dirinya sendiri terpaksa gw lakuin.
SORRY FRIENDS……….!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Minggu – minggu ini
surat kabar banyak memberitakan persiapan dalam rangka kunjungan Presiden AS George Walker Bush ke Indonesia pada tanggal 20 November 2006 nanti. Topik yang hangat di bahas adalah persiapan pengamanan kunjungan tersebut, mulai dari pembuatan landasan helicopter di Istana Bogor, penutupan tol Jagorawi, penutupan kawasan Istana dan Kebun Raya Bogor dalan radius ratusan meter hingga isu mematikan semua aktifitas radio terutama telepon selular (dengan mematikan Transmisi dan receiver/penerima pada Base Transceiver Station/BTS).
Kekawatiran bahwa telepon selular digunakan untuk meledakkan bom dari jarak jauh bukan lah hal yang berlebihan karena sekarang ini tidak sulit membuat rangkaian pengendali jarak jauh termasuk untuk kejahatan.
Namun penggunaan telepon selular ini terutama untuk sasaran bergerak di darat yang sudah diketahui rutenya. Jika Bush tidak melewati jalan-jalan umum, sudah tentu resiko terhadap serangan bom di jalan juga tidak ada.
Kalau memang melewati jalan umum, selain proses penyisiran, pengamanan pengamanan pun bias dilakukan dengan jammer, berupa sebuah pemancar bergerak yang mengikuti perjalanan rombongan presiden. Dengan perangkat jammer yang bergerak mengikuti perjalanan presiden dengan kecepatan tinggi, jamming hanya berlangsung dalam waktu singkat.
Pada kecepatan 120 km per jam, dalam waktu satu menit rombongan sudah melesat sejauh dua kilometer, sehinng bsa dipastikan kendaraan akan lolos dari serangan bom.
Pemancar jammer yang bekerja pada frekuensi lebar sekitar frekuensi yang digunakan ponsel, yaitu sekitar 900 MHz untuk GSM dan 800 MHz untuk CDMA. Pemancar pengaman ini mempunyai daya yang lebih besar sehingga bisa menutup aktivitas pemancar BTS
Dengan cara seperti ini, sinyal dari BTS akan hancur, kode-kode digital yang dipancarkan tidak bias diterima ponsel yang dituju sehingga BTS menganggap tidak menemukan alamat yang dituju dan tidak meneruskan pesan (bisa SMS) atau menyambungkan ke telpon tertentu.
Upaya mematikan BTS disekitar tempat pertemuan selama kunjungan Bush hanya akan memperlihatkan terlalu berlebihannya pengamanan yang dilakukan untuk seorang presiden yang juga penjahat perang dan kemanusiaan. Masyarakat banyak akan merasa dirugikan karena tidak dapat menggunakan telpon selularnya. Lalu apa yang akan kita lakukan bila ternyata isu pematian BTS ternyata benar dilakukan oleh operator pemiliknya? Perlukah kita mengadu ke Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKI)? Dan apakah YLKI akan peduli dan memperjuangkan konsmen? Kita tidak tahu.
Memang sampai saat ini belum ada Instruksi dari pemerintah kepada operator selular untuk mematikan BTS selama berlangsungnya pertemuan tersebut, dan semoga memang tidak akan pernah dilakukan sehingga kita sebagai konsumen tidak merasa di rugikan.
Pengennya kuliah lagi tuh santai……., cari gebetan baru yang masih muda-muda eh malah benar-benar disibukin ama perkuliahan. Padahal baru seminggu nikmatin libur buat ngerayain Idul Fitri, perkuliahan dah dimulai dan langsung seabrek-abrek tugas. Belum lagi beberapa mata kuliah udah memulai ujian tengah semester.
Terpaksa deh malam minggu ini dirumah aja, browsing internet untuk cari-cari data untuk di analisa yang harus dikumpul hari selasa.