Kehangatan Bag II
Rembulan yang timbul tenggelam dibalik sang awan
Memberikan malam yang sangat bermakna
Sementara dinginnya angin malam
Menggoda datangnya rindu dalam diri
Wajah yang sedu oleh rintik air hujan Serta temaram lampu menguak wajah mu dalam sudut ruang Menanti senyum dan kehangatan Untuk menghancurkan beku yang menyapa
Hasrat yang bergejolak dalam kalbu
Bersembunyi disela-sela hembusan angin
Mencari jiwa-jiwa yang kosong dan menusuk menutup mata hati
Melilit dan mendekap hingga ujung kaki
Dan menari bersama gejolak nafsu
Keringat yang mengalir dari sekujur tubuh
Mempesona bak banteng liar
Mendengus tanpa nafas dengan tingkah yang beringas
Sementara kupu-kupu malam terus menarikan tembang cinta hitam