Wednesday, December 20, 2006

Kehangatan Bag II

Rembulan yang timbul tenggelam dibalik sang awan

Memberikan malam yang sangat bermakna

Sementara dinginnya angin malam

Menggoda datangnya rindu dalam diri

Wajah yang sedu oleh rintik air hujan
Serta temaram lampu menguak wajah mu dalam sudut ruang
Menanti senyum dan kehangatan
Untuk menghancurkan beku yang menyapa

 

Hasrat yang bergejolak dalam kalbu

Bersembunyi disela-sela hembusan angin

Mencari jiwa-jiwa yang kosong dan menusuk menutup mata hati

Melilit dan mendekap hingga ujung kaki

Dan menari bersama gejolak nafsu

 

Keringat yang mengalir dari sekujur tubuh

Mempesona bak banteng liar

Mendengus tanpa nafas dengan tingkah yang beringas

Sementara kupu-kupu malam terus menarikan tembang cinta hitam

Posted by Bud at 13:57:49 | Permalink | No Comments »