Friday, August 22, 2008

piye toh mbah……

Sebelum magrib, gw keluar mau beli roko. Diluar gw dengar nyokap lagi ngobrol dengan seseorang yang tak lain mbah kuncung, tetangga yg letaknya beda 5 rumah. Ngeliat gw keluar dia langsung bertanya ke nyokap “itu Budi?” iya, jawab nyokap gw.

 

Mbah Kuncungpun langsung menghampiri gw dan menciumin gw. Sambil menggoncang-goncang tubuh gw, dia bilang. ”aku wis pangling karo mu, kapan siro teko?”

gw pun langsung bengong. Padahal udah genap 2 tahun gw di Jakata dan setiap hari kalo gw lewat rumahnya pasti nyapa dia. Jadi selama ini dia gak tau kalo gw yang nyapanya tiap hari? Piye toh mbah………………

Posted by Bud at 00:15:59 | Permalink | Comments (2)

Sunday, August 10, 2008

insomnia is suck

 

Duh.. udah jam 12 malam blum bisa tidur juga, jangan sampe tidur abis subuh seperti hari-hari kemaren, pasalnya besok ada janji pagi-pagi. Gak enakkan kalo ntar disebut jam karet karna ini masalah kerjaan. Duh gmana neh…….

Padahal tadi jam 10 dah sedikit terlelap, tapi motor blum dimasukkin di tambah ada telp dari temen. Jadi melotot lagi nih mata.

Dengan sangat terpaksa gw udah minum obat tidur (3 biji lagi…) tapi gak pengaruh juga. Padahal malam ini gak ada yang gw pikirin. Ooooww…. gw tau, ternyata perut gw keroncongan, he………

Posted by Bud at 17:57:18 | Permalink | Comments (2)

Tuesday, March 4, 2008

Kurawa

sang matahari menyeruak masuk menembus lubang - lubang di kamarku
berusaha menggelitik untuk mengganggu tidurku
ku acuhkan itu semua untuk melanjutkan sisa mimpi ini.
hingga ku raih mimpi yang tersisa

aku terus terbuai dengan belaian kasihku
yang membuat aku melanjutkan mimpi bersama mu
sementara sang mentari berputu asa
hingga menghentikan semua usaha mengganggu ku

namun, ah…..
kali ini sang kurawa yang datang menggangguku
mengejutkan aku dari indahnya kehangatan bersama mu
hingga membuatku terjaga

ingin ku taklukkan sang kurawa
hingga tak akan pernah datang mengganggu lagi
tapi aku hanyalah seorang manusia
yang Engkau ciptakan dengan rasa belas kasihan yang besar

ku biarkan sang kurawa menari
mencabik-cabik dan merobek kehangatan mu
hingga cukup disini keindahan bersama mu

Tuhan…..
haruskah aku terus menahan diri
melihat tingkah kurawa yang selalu mengganggu ku
yang tertawa diatas kesedihan ku
dan menangis melihat kegembiraan ku

Tuhan
kenapa kau berikan rasa belas kasihan ini
dan rasa untuk tidak menyakiti mahluk ciptaan mu begitu besar pada diriku
sehingga kadang ku korbankan perasaan ini

Tuhan,.. maafkan aku
seharus nya aku bersyukur denga apa yang telah kau berikan kepadaku
dan semua kesabaran yang ada pada diriku
apakah harus kubiarkan ini terus terjadi
tapi sampai kapan kubiarkan sang kurawa mengganggu
dan berapa lama lagi aku mampu mengorbankan perasaan ini
karna aku haya manusia biasa yang mempunyai batas kesabaran

Tuhan…
berikan aku tambahan kesabaran
agar tetap ada damai disini
dan tida ada kebencian yang menyelimuti hati.

Posted by Bud at 10:35:54 | Permalink | No Comments »

Tuesday, January 22, 2008

Teringat


opss….
akhirnya kujejakkan kaki di kota ini
setelah sekian lama aku tak pernah kembali
mungkin tak banyak perubahan yang terjadi
karena hampir aku lupa akan setiap sudut kota ini.
memang tak banyak kenangan yang berarti
hanya sedikit kenangan tentang mu sobat

setiap kali aku mendengar tentang kota ini
tiap kali pula aku teringat tentang mu
teringat tentang tawa dan duka mu
kesedihan akan kepergian kekasihmu
yang mendahului menghadap Yang Kuasa

senyum kecut dibibirku
menemaniku menghabiskan hari demi hari di kota ini
tak ada lagi gelak tawa kita
dan tak ada lagi cerita sedih dari kita berdua

maafkan aku sobat….
aku tak bisa memenuhi permintaan terakhirmu
andaikan saat itu aku tahu
pasti pasti kan kuhabiskan malam itu bersama mu
untuk menertawakan kesedihan yang kita alami

Sudah hampir delapan tahun
kau menyusul kekasihmu menghadap Yang Kuasa
ku doakan disetiap sholat ku
semoga Allah SWT menerima mu

Selamat jalan sobat…
engkaulah sahabat sejatiku
sahabat yang tak pernah melukaiku
sahabat yang selalu mendengar keluh kesah ku

Posted by Bud at 06:13:05 | Permalink | No Comments »

Wednesday, August 29, 2007

Andaikan……

Andaian aku sang api unggu

Bahagianya dapat menghangatkan orang-orang yang ada disekelilingku

Dan mereka menjagaku hingga malam berlalu

Tanpa sedikitpun berupaya memadamkannya

 

Andaikan aku sang air dimusim kemarau

Begitu didamba dan dijaga keberadaanku

Karna akulah kehidupan bagi mereka

 

Tapi aku hanya sang kumbang

Yang dimanfaatkan sang bunga untuk berkembangbiak

Diperas sebagian orang untuk menikmati manisnya saripatiku

Dan sebagian lainnya memburuku untuk membunuhnya.

Posted by Bud at 10:10:25 | Permalink | No Comments »

Friday, August 3, 2007

Sahabat..??????

Ngakunya sahabat..

Tapi gak pernah saling menanyakan kabar

Gak pernah pengen tau apa yang terjadi

 

Bilangnya sahabat

Ketika butuh teman bicara, gak pernah ada

atau bilang lagi sibuk

 

Ngakunya sahabat

Ketika butuh pertolongan malah pergi

Dan sibuk dengan kesenangannya sendiri

 

Bilangnya sahabat

Satu rupiah pun dihitung

Semua yang dilakukan harus ada imbalan

 

Itukah arti sahabat bagi mu???

Go to hell…………

Posted by Bud at 08:29:39 | Permalink | Comments (1) »

Monday, July 30, 2007

I’m sorry, Good bye

Sudah cukup apa yang kau lakukan

Semua sudah keterlaluan

Kau mainkan aku seperti ini

 

Kau ingat terakhir kita bertemu…

Kau buat aku tak berharga didepan mu…

Semua itu membuat aku muak..

 

Cukup…

Jangan kau ulangi itu semua

Atau aku akan sangat membencimu

 

Sudahlah…

Tak usah kau sesali apa yang telah kau perbuat

Semua sudah terjadi

 

Tapi, maafkan aku

Kita tak bisa seperti dulu lagi

Bukan aku yang memulai

Tapi engkau.

 

Lupakan apa yang telah terjadi

Termasuk diriku

Hapus semua tentang kenangan kita

Aku tak ingin mengingat semua

 

Maafkan aku,

Pergilah jauh dari kehidupanku

Lupakan bahwa kita pernah saling mengenal

Tak perlu kau sapa aku saat kita bertemu

 

Mungkin ini yang terbaik

Daripada kita saling manyakiti

I’m sorry, Good bye

Posted by Bud at 08:26:02 | Permalink | No Comments »

Saturday, February 10, 2007

why…….

Kenapa jalan tertutup ketika keyakinan datang
Sedangkan saat terbesit keraguan jalan itu terbuka lebar
Dan kenapa juga masa lalu hinggap saat kaki hendak melangkah
Mungkinkah keyakinan itu hanya ego sesaat
Yang membutakan kata hati
Dan apakah keraguan itu adalah sebenar-benarnya kata hati
Sehingga kita bijak untuk melangkah
Lalu bagaimana dengan masa lalu
Perlukah kita kubur dalam-dalam
Atau biarkan masa lalu mengiringi setiap langkah kita
Posted by Bud at 19:22:48 | Permalink | No Comments »