Langit yang termiliki hujan
Ketika aku keluar memandang titik air hujan ……
Ku hitung setiap titik yang terjatuh
ku dengar gemerciknya dan kubasuh dengan tetesannya
Ku hitung setiap titik yang terjatuh
ku dengar gemerciknya dan kubasuh dengan tetesannya
Tetapi ketika hujan berhenti…
Bukan embun yang menghiasi
Tetapi rasa sakit terjatuh hingga tersungkur yang kudapati…
Karena langit telah termiliki hujan
Dan embun telah menghiasi pusaran birunya
Akankah luasnya langit akan membangunkan jiwa yang tersungkur?
Ataukah birunya langit mencoba untuk mengubur?