Inalillahi
26 maret 2008
Tak ada kecemasan sedikitpun dihati ini walau melihat pria gaek itu begitu berjuang sekuat tenaga untuk dapat bernafas, seperti sakaratul maut sedang menjemputnya. Ku papah perlahan menuju ruang pemeriksaan dengan susah payah, karna tubuhnya lebih besar dari diri ku. Entah apa yang ada dalam benak sang dokter, tak ada perintah untuk perawatan intensif. Hanya selembar resep yang aku terima untuk segera ditebus.
31 maret 2008
Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut ini ketika mendengan kabar Pria gaek itu menghembuskan nafas terakhir menjelang azan dhuhur berkumandang. Inalillahi wa innailahi rojiun. Pria gaek itu telah dipanggil Yang Maha Kuasa dan menjadikan orang pertama yang meninggal di rumah kami.