Thursday, January 4, 2007

Kehangatan Bag III

Seminggu sudah kita tak bersua

entah mengapa..tiba-tiba saja

aku merindukanmu

rindu pada senyummu itu

 

duh rasanya ingin sekali aku

mendekapmu sekali lagi…

atau meberikan kehangatan untukmu

seperti saat pertama kita bertemu

 

ya… aku rindu padamu….

kamu yang memberikan kepuasan untukku

kecupan, pelukan dan desahanmu….

selalu membuat ku tergoda

 

aku sungguh menginginkanmu

ingin sekali kutelpon dirimu

dan mengajakmu mengarungi malam

menyalurkan hasrat yang terus menggoda

 

tapi ah tidak..

aku terlalu sombong untuk mengakuinya

hanya berharap dirimu lah yang menghubungiku

dan menginginkan semua itu terjadi lagi

 

Ya… harapan ku tidak bertepuk sebelah tangan

Dengan malu kau mengajak diriku

Kembali merajut indahnya malam

Saling mengisi dan memberikan kepuasan

Kepuasan hasrat dua manusia

 

Jakarta, 13 Desember 2006

 

Posted by Bud at 20:14:02 | Permalink | No Comments »

Untuk Yang Lain

Saat api cintaku mulai meredup karna tingkahmu

Kau tiupkan angin segar untuk menyalakan kembali dengan kata-kata yang menyejukkan

Membuat aku tertegun dan mengingat apa yang pernah terjadi

Hingga kubiarkan angin itu menyalakan api cintaku

Tapi semua itu Cuma sesaat

 

Mungkin sebagian cintaku telah memudar

Terbawa angin saat terbang melintasi samudera

Menguap bersama panasnya matahari

Dan membeku bersama gumpalan awan

 

Begitu panjang jalan yang telah kita lewati

Cobaan pun silih berganti telah kita lalui

Putus dan sambung menjadi hal yang biasa

Membuat api cintaku tetap terjaga

Walau tidak seterang seperti dulu

 

Kubiarkan sebagian kecil api itu untukmu

Untuk memberi kesempatan kepadamu

Sementara sebagian lagi kubawa kemana aku pergi

Berharap seseorang dapat menyulut kehangatan untuk kami berdua

 

Jakarta, 19 Desember 2006

Posted by Bud at 08:57:43 | Permalink | No Comments »

Monday, December 18, 2006

Empty

Aku memang bukan pria romantis
Yang menyatakan cintanya lewat bunga

Atau dengan syair-syair bak pujangga 
Tapi aku berhasil membuatmu tertawa
Membuatmu bercerita panjang lebar
Dan mendengar semua keluh kesah mu
 Aku tak tahu apakah aku telah memikat hatimu
Apakah aku berhasil mendapatkan tempat dihatimu
Hingga kukatakan cinta kepadamu 
Tak ada sekuntum bunga atau sebait syair
Hanya kebranian yang aku bawa
Saat kunyatakan cinta kepadamu
 Kau tersenyum dan tersipu malu
Mendengar apa yang kukatakan
Tak ada beban dalam hatiku
Saat menunggu jawaban darimu 
Sebuah jawaban meluncur dari mulutmu
Jawaban yang seharusnya membuatku senang
Jawaban yang seharusnya membuatku bahagia
Dan Jawaban yang seharusnya membuatku tersanjung
 Namun semua itu tak terwujud
Jawabanmu mengalir bagaikan air
Meluncur begitu saja tanpa ada yang berbeda
Walau aku berhasil mendapatkan cintamu.  
Jakarta, senin 18 Desember 2006
Posted by Bud at 15:20:05 | Permalink | No Comments »

Monday, December 4, 2006

Eforia

Lihatlah keatas
Sang mentari bersinar dengan terangnya
Bulan dan bintang pun berusaha menampakkan dirinya
Burung-burung terbang dengan sukacita
 
Coba lihat diriku
Aku berlari tanpa kenal lelah
Aku menari seperti lepas kendali
Dan aku bernyanyi tanpa henti
 
Bebas….bebas…..
Itulah yang kualami saat ini
Aku terbebas dari semua yang mengawasiku
Aku bebas dari status selama ini
Aku bebas dari kecilnya sebuah kota
 
Aku tak ubahnya seperti burung yang baru terbebas dari sangkarnya
Aku terbang ke mana angin membawaku
Aku hinggap dimana terdapat ranting yang penuh makanan
Dan aku tidur dimana kehangatan menyelimutiku
 
Semua itu hanya satu kesempatan
Kesempatan yang hanya sekejap
Sebelum aku kembali
 
Cibinong, 4 Desember 2006
Posted by Bud at 18:11:15 | Permalink | No Comments »

Saturday, November 25, 2006

Bingung

Ingin ku petik sang mawar
Tapi melati menawarkan harum yang lebih semerbak
 

 Ingin ku raih sang rembulan
Tapi kerlip bintang menggoda diriku 
 
aku bingung
Posted by Bud at 19:04:31 | Permalink | Comments (1) »

Wednesday, November 22, 2006

Tanpa Tujuan

Seperti melangkah tapi tak ada tujuan

Seperti tidur tapi tak ada mimpi

Hambar….Semua terasa hambar

Seperti kisah cinta kita berdua


 

Ingin berlari tapi takut tersandung

Ingin melompat tapi takut jatuh

Seperti hatiku yang ragu pada dirimu 

 

Haruskah semua ini dipertahankan?

Haruskah semua ini diteruskan?

Bila kita berdua tak punya tujuan 

Jakarta, 21 november 2006

Posted by Bud at 07:36:31 | Permalink | No Comments »

Thursday, June 22, 2006

Cinta dan Nafsu

Cinta berawal dari mata
Dibungkus oleh alunan merdu syair-syair Pujangga
Dan meresap ke dalam hati
 
Nafsu berawal dari mata
Dibungkus oleh sentuhan dan desahan manja
Dan meresap ke dalam syaraf-syaraf shahwat
 
 
Bener Gak????????
Posted by Bud at 12:28:18 | Permalink | Comments (4)

Tuesday, June 20, 2006

4 some 1

Dinginnya malam menusuk tubuhku
membuat aku terjaga dari mimpi tidurku..
Ditengah kesendirian ku ingat dirimu
Menantang keberanian dalam diriku
 
Ada secercah keyakinan terhadapmu
Namun selimut kebimbangan masih membuatku ragu
Aku tak tau harus berbuat apa
Ingin kubertanya pada dirimu
yang dapat menghapus kebimbangan itu
Posted by Bud at 12:45:59 | Permalink | Comments (1) »